Kesehatan

Published on April 12th, 2017 | by admin

0

Berapa Lemak Perut Anda ?

Dengan bertambahnya usia, kebanyakan orang mulai mengurangi kegiatan geraknya, seperti berolah raga, dan aktifitas lain yang menggerakkan seluruh tubuhnya. Pola makan yang tidak benar juga menambah semakin parahnya kondisi ini, seperti makanan olahan cepat saji, instant, atau junk-food dan goreng-gorengan. Alhasil terjadi penggumpalan lemak di sekitar perut.

Tren menunjukkan bahwa kelebihan lemak di sekitar perut tidak hanya dimiliki oleh orang tua, namun dimiliki juga oleh orang-orang yang masih berusia muda. Keadaan ini disebut sebagai central obesity dan merupakan hal yang berbahaya sekalipun berat badan ideal.

Lemak dalam tubuh manusia khususnya di daerah perut terdiri dari dua macam, yaitu lemak dibawah kulit perut disebut Subkutan dan lemak di dalam perut atau yang disebut Visceral.

 

Kebanyakan orangtidak memahami bahwa dengan berat badan yang ideal bukan merupakan suatu jaminan terbebas dari penyakit degeneratif seperti penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, dan serangan jantung.

Dengan banyaknya lemak subkutan dan visceral yang berlebih, membuat kondisi ph di dalam perut menjadi asam. Hal ini menyebabkan senangnya virus dan bakteri pada kondisi ini.

 

Dengan menggunakan peralatan khusus, dapat diketahui berapa total lemak dalam tubuh (dalam %) sekaligus juga indeks lemak perut. Lemak erut dengan indeks 1 – 5 dikategorikan sehat. Sedangkan lemak perut antara 6-8 dikategorikan waspada, karena lemak sudah menekan organ-organ di dalam tubuh. Lemak perut dengan indeks 9 -12 dikategorikan buruk, karena sudah mulai mengganggu fungsi organ. Dan di atas 13 dikategorikan berbahaya. Vertilever adalah salah satu gangguan yang diakibatkan terbungkusnya lever oleh lemak, sehingga lever menjadi terganggu.

Kondisi lemak perut ini harus terus diturunkan sampai mencapai nilai indeks 5 maksimum. Karena tidak saja menjadikan sehat di dalam perut kita, tetapi juga akan memberikan penampilan yang ideal.

Untuk  menurunkan lemak perut harus dengan olahraga yang cukup terutama exercise di daerah sekitar perut (sit-up, push up, jogging/fat-burn). Tetapi tidak hanya olah raga saja, tetapi harus diikuti pola makan dengan meal-plan yang benar dan sesuai dengan kebutuhan kalori.

Kebanyakan setelah exercise atau olah raga yang cukup, diikuti dengan makan yang berlebih. Hal ini disebabkan kandungan komposisi makanan yang dimakan tidak cukup. Kadang komposisi karbohidrat yang terlalu banyak atau makanan yang berlemak, padahal dibutuhkan protein dan nutrisi yang cukup untuk mengembangkan otot dan mengurangi lemaknya.

http://bit.ly/yuclub03

 

 

 

 

 

 


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top ↑